Home » , » Sejarah Perkembangan Manajemen Operasi Part 2

Sejarah Perkembangan Manajemen Operasi Part 2

Gagasan - Gagasan Taylor dikembangkan lebih lanjut oleh beberapa tokoh aliran manajemen ilmiah, seperti Frank dan Lillian Gilbreth, Henry L. Gantt dan Harrington Emerson. Metode-metode yang mereka kembangkan telah banyak diterapkan dalam bermacam - macam kegiatan operasi organisasi, terutama dalam usaha peningkatan produktifitas. Metoda-metoda ini banyak diserang oleh serikat-serikat kerja para karyawan dan para ahli, karena berbagai keterbatasanya. Produktivitas sering tidak diikuti pemuasan kebutuhan-kebutuhan sosial para karyawan. Bagaimanapun juga prinsip-prinsip manajemen ilmiah masih dapat diterapkan dalam dunia bisnis sekarang dengan pemahaman akan interaksi antara lingkungan kerja sosial dan teknik. 

Hubungan Manusiawi Pendekatan hubungan manusiawi menekankan pentingya motivasi dan unsur manusiawi menekankan pentingnya motivasi dan unsur manusia dalam desain kerja. Pemuasan kebutuhan - kebutuhan sosial dalam pendekatan hubungan manusiawi telah melengkapi pendekatan manajemen ilmiah, sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas. Pendekatan ini terutama dikembangkan oleh Elton Mayo dan kawan-kawan dalam studinya tentang perilaku karyawan pada perusahaan Hawthorne . Studi Hawthorne menunjukkan bahwa motivasi karyawan adalah unsur krusial dalam peningkatan produktivitas, tentu saja tanpa mengabaikan aspek lingkungan phisik dan teknik. Pemikiran aliran hubungan manusiawi juga telah mengarahkan pentingnya perluasan kerja, yang sekarang merupakan suatu metode untuk lebih "memanusiawikan tempat kerja" selain meningkatkan produktivitas.

Model-model Keputusan Kuantitatif adalah keputusan yang dapat digunakan untuk menyajikan suatu sistem produktif dalam model model matematikal. Suatu model keputusan dinyatakn dalam berbagai ukuran "performance" batasan dan variabel keputusan. Tujuan suatu model seperti ini adalah untuk menemukan nilai-nilai optimal atau "memuaskan" berbagai variabel keputusan yang akan meningkatkan "performance" sistem dengan batasan-batasan yang ada. teknik-teknik atau prosedur-prosedur ini , dikenal dengan nama Management Sceience atau Operations Research , merupakan dasar rasional pembuatan keputusan manajemen. Salah satu penggunaan pertama pendekatan kuantitatif dalam manajemen operasi terjadi pada tahun 1915, ketika F.W Harris mengembangkan suatu rumusan economic order quantity (EOQ) untuk manajemen persediaan. kemudian dalam tahun 1931, Sewhart mengembangkan model-model keputusan kuantitatif untuk digunakan dalam manajemen kualitas. Dalam tahun 1947, George Dantzig mengemukakan metoda simplek linier progamming, yang memungkinkan penyelesaian hampir seluruh masalah model-model matematik. Dalam tahun 1950an, perkembangan model-model simulasi komputer memberikan sumbangan besar untuk studi dan analisis operasi-operasi. Akhirnya, sejak tahun 1950an penggunaan berbagai model keputusan dalam operasi-operasi telah sangat meluas, seperti dalam scheduling produksi, program pengembangan produk, penentuan tingkat persediaan optimal, dan sebagainya.

Sebelumnya




0 Comment:

Post a Comment

Ayo Sobat jangan jadi SILENT READER ya, ? bagi dong komentarnya
jika Sobat tidak punya akun silahkan pilih Anonymous...
Dan gunakan kata-kata yang sopan ....