Home » , » Sejarah Perkembangan Manajemen Operasi Part 1

Sejarah Perkembangan Manajemen Operasi Part 1


Manajemen operasi telah ada sejak orang mulai memproduksi barang-barang dan jasa-jasa. Meskipun awal mula operasi-operasi dapat ditelusur sampai peradaban permulaan, pembhasan akan dipusatkan pada dua ratus tahun terakhir.

Dalam pembahasan berikut ini, sejarah perkembangan manajemen operasi akan diuraikan lebih menuirut aliran-aliran utama dari pada dalam istilah-istilah teknologi ynag kaku. Dengan basis ini, ada enam aliran utama yang menyumbang terhadap perkembangan bidang manajemen operasi.

Pembagian kerja. Pembagian kerja (division of labor) didasarkan atas konsep yang sangat sederhana. Spesialisasi tenaga kerja suatu tugas tunggal dapat menghasilkan produktifitas dan efisiensi lebih besar dari pada penugasan seorang karyawan pada banyak tugas. Ahli ekonomi pertama yang membahas konsep ini adalah Adam Smith, dalam bukunya klasik The Wealth of Nations (1776). Smith mengemukakan bahwa spesialisasi tenaga kerja akan meningkatkan keluaran karena tiga faktor :
1. Peningkatan ketrampilan karyawan
2. Penghematan waktu kerja yang hilang karena perubahan pekerjaan, dan
3. Penemuan peralatan-peralatan dan mesin-mesin.

Kemudian dalam tahun 1831, Charles Babbage mengembangkan gagasan-gagasan ini dengan studinya pada produksi peneliti. Dia, dalam bukunya yang berjudul On The Economy of Machinery and Manufacture, mengemukakan bahwa spesialisasi tenaga kerja tidak hanya  meningkatkan produktifitas tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk membayar upah hanya untuk ketrampilan-ketrampilan terbatas dan tertentu yang diperlukan. Prinsip pembagian kerja ini masih banyak digunakan dalam dunia bisnis modern, seperti tampak dalam industri-industri perakitan. Walaupun pembagiann  kerja telah diterapkan secara luas, konsep tersebut sekarang perlu ditinjau kembali karena pengaruhnya pada moral pekerja, perputaran, kebosanan dna prestasi kerja.
Revolusi Industri. revolusi industri pada pokoknya merupakan pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Sumbangan besar diberikan pada revolusi ini dalam tahun 1764 oleh James Watt dengan penemuan mesin uapnya, ynag merupakan sumber utama tenaga mesin mobil untuk pertanian dan pabrik-pabrik. Revolusi indsutri dikembangkan lebih lanjut pada akhir tahun 1800an  dengan pengembangan bahan bakar mesin dan listrik. Dalam permulaan abad itu, konsep-konsep produksi masa berkembang tetapi tidak digunakan secara meluas sampai perang dunia I, ketika permintaan-permintaan akan produksi mengingkat pesat dalam industry amerika. Abad pemasaran  dan produksi massa telah dilanjutkan dengan desakan kebutuhan akan otomatisasi dan produksi volume tinggi. Bagaimanapun juga, masyarakat kita telah mulai memasuki suatu periode puirna industry, yang ditandai oleh perkembangan sector ekonomi jasa dan perhatian yang lebih besat terhadap lingkungan alam dan social.

Manajemen ilmiah. Gagasan-gagasan tentang manajemen ilmiah pertama kali dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar awal tahun  1900an. Dalam manajemen operasi, manajemen ilmiah (scientific management) mempunyai dua pengertian. Arti pertama, manajemen ilmiah merupakan penerapan metode – metode ilmiah pada studi, analoisa dan pemecahan masalah-masalah operasi. Sedangkan arti  kedua , manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme dan teknik-teknik untuk menignkatkan efisiensi operasi organisasi.
Pemikiran aliran manajemen ilmiah bertujuan untuk menemukan metode kerja tebaik melalui penggunaan pendekatan ilmiah berikut ini :

1
Observasi metode-metodekerja sekarang dan pengembangan metode-metode kerja yang elbih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah.
2
Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atua suatu tugas seseuai dengan kemampuanya.
3
Latihan dan pengmbangan para karyawan.
4
Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

Mekanisme dan teknik – teknik yang dikembangkan Taylor sebagai pendekatan ilmiah yang sekarang masih banyak digunakan dalam praktek – praktek manajemen operasi antara lain studi gerak dan waktu, sistem upah per potong differensial, prinsip pengecualian, kartu intruksi, spesifikasi pembelian, sertra standarlisasi pekerjaan, peralatan dan tenaga kerja. Manfaat yang diperoleh dari pengembangan teknik – teknik riset operasi, otomasi, simulasi dan sebagainya dalma pemecahan masalah-masalah manajemen operasi.

Baca Selanjutnya

Share This :


0 Comment:

Post a Comment

Ayo Sobat jangan jadi SILENT READER ya, ? bagi dong komentarnya
jika Sobat tidak punya akun silahkan pilih Anonymous...
Dan gunakan kata-kata yang sopan ....