Home » , » Fungsi Perencanaan/Pengendalian Produksi Dalam Aktivitas Produksi

Fungsi Perencanaan/Pengendalian Produksi Dalam Aktivitas Produksi


Pada dasarnya fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh aktivitas perencanaan dan pengendalian produksi adalah :

  1. Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah produk sebagai fungsi dari waktu.
  2. Menetapkan jumlah dan saat pemesanan bahan baku serta komponen secara ekonomis dan terpadu.
  3. Menetapkan keseimbangan antara tingkat kebutuhan produksi, teknik pemenuhan pesanan, serta memonitor tingkat persediaan produk jadi setiap saat, membandingkanya dengan rencana persediaan, dan melakukan revisi atas rencana produksi pada saat yang ditentukan.
  4. Membuat jadwal produksi, penugasan, pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci sesuai dengan ketersediaan kapasitas dan fluktuasi permintaan pada suatu periode.
Pada awalnya 4 tujuan diatas dibagi-bagi ke dalam berbagai bagian organisasi dengan penugasan yang beragam, Tetapi semakin luasnya penggunaan sistem pengolahan data dan komputer telah merujuk pada pentingnya penyatuan berbagai tanggung jawab tersebut. Pendayagunaan sumber daya yang terbatas adalah tugas dan tanggung jawab bagian perencanaan dan pengendalian produksi.

Baca Juga : Produksi dan Manufacturing

Setelah perang dunia ke II, fungsi pengendalian produksi seperti perencanaan  peramalan, penjadwalan dan pengendalian persediaan, juga dapat diterpakan pada industri non-manufaktur, Oleh karena itu pendekatan penjadwalan yang terbukti berhasil digunakan pada sektor lintas produksi juga dapat diterapkan pada fasilitas sinar X disuatu rumah sakit. Pendekatan persediaan yang dikembangkan untuk industri manufaktur juga dapat diterapkan pada bank atau pusat perbelanjaan. Peramalan penjualan yang digunakan untuk merencanakan penggunaan fasilitas produksi dapat juga digunakan untuk menentukan jumlah tempat tidur rumah sakit dalam rangka meningkatkan jasa kesehatan.

Tidak terlalu sulit meramalkan pentingnya pengendalian produksi dimasa yang akan datang. Teknologi otomasi akan muncul dalam wakti yang tidak terlalu lama. Pengumpulan data, analisis, pengambilan keputusan, dan pengendalian umpan balik akan sepenuhnya dikendalikan oleh komputer. Peran manusia akan bergeser menjadi perancangdan pemrogram siatem. Manusia akan semakin berinteraksi dengan komputer sehingga ia hanya akan berperan sebagai pemberi tambahan atau koreksi atas keputusan-keputusan komputer. Penerapan teknik-teknik kuantitatif yang semakin tinggi akan membutuhkan pendekatan penelitian operasional.Pendekatan ini diawali dengan situasi dunia nyata (aktual) yang dituangkan ke dalam model matematis sehingga menghasilkan solusi atas permasalahan yang dihadapi.


Pendekatqan Penelitian Operasional
Sumber : Joihn E. Biegel, Production Control : A Quantitative Approach, 2nd, ed., Prentice Hall of India, New Delhi, 1980, hal/3


0 Comment:

Post a Comment

Ayo Sobat jangan jadi SILENT READER ya, ? bagi dong komentarnya
jika Sobat tidak punya akun silahkan pilih Anonymous...
Dan gunakan kata-kata yang sopan ....